Andai Aku Bisa Dibagi Dua

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Namanya Ratih seorang perempuan paruh baya yang baru-baru ini ditinggalkan oleh sang suami yang sangat dicintainya. Sekarang Ratih hanya tinggal bersama buah hati yang berumur 7 tahun. Raka nama anak lelaki yang kini menjadi penyemangat hidupnya.

Hari itu, tepat sebulan Ratih menjalani hari-hari yang sulit tanpa seorang penopang. Sana- sini ia berjalan untuk mencari kerja, apa saja ia lakukan demi menyambung hidup serta masa depan Raka..

Disetiap penghujung sholatnya ia selalu berdoa agar dimudahkan untuk mendapat pekerjaan. Bukannya gampang mencari kerja jaman sekarang, selain latar pendidikan Ratih yang hanya tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP), faktor perekonominan yang lagi melemah membuat banyak perusahan memutuskan untuk memangkas sebagian karyawannya. Ratih tahu betul sulitnya mencari kerja untuk saat ini.

Kali ini langkah Ratih terhenti di outlet berwarna merah yang sangat mencolok diantara ruko-ruko sekitarnya. “Bismillah, semoga disini rezekinyaa, “ ujarnya dalam hati dengan penuh harap. Ratih tampak gugup saat duduk menunggu giliran untuk wawancara, tangannya seakan tak bisa berhenti mengepal dan keringat pun mengalir dari dahinya.

“Nanti kita hubungi ya Bu.. “ ucap salah satu karyawan disana.

Ratih pulang dengan penuh prasangka apakah ia akan diterima atau tidak, dijalan pulang ia menerima telpon dari kampung yang memberi kabar bahwa ibunya sedang sakit-sakittan. Berat langkah Ratih kala itu, baginya hari ini sangat melelahkan.

Keesokan harinya, jawaban dari segala doa Ratih terkabulkan ia dipanggil untuk langsung kerja di sebuah outlet yang menjual Roti berbagai varian rasa yaitu Roti Duo. Siang itu Ratih datang dengan penuh harapan. “Selamat datang di Roti Duo, silakan.” Suara lantang penuh semangat terdengar saat pelanggan masuk ke outlet. Terlihat senyum simpul terpancar diwajahnya saat sedang mempersiapkan pesanan pelanggan. “Terima kasih, semoga datang kembali.” Ujarnya dengan senyum tulus kepada pelanggan sambil memberikan Roti Duo.

Sudah seminggu Ratih bekerja, ia sangat senang karena dapat menemukan tempat kerja yang menyenangkan. Rasa letih tidak dirasakan, untuk sesaat ia bisa melupakan kesedihannya. Ratih berharap semua ini menjadi awal baru dihidupnya yang lebih cerah bersama Raka. Namun ternyata Allah terlalu sayang kepada Ratih dengan memberikan ujian kepadanya. Disela istirahat, tiba – tiba ia menerima pesan singkat dari saudaran di kampung yang mengabarkan bahwa ibunya sedang sakit keras dan ingin sekali bertemu dengannya. Perasaan Ratih pun campur aduk kala itu, pikiran tak karuan memikirkan jalan mana yang terbaik.

..

(Berdasarkan cerita diatas, Jawaban yang manakah yang akan Rotiholic pilih? Pilihlah jawabanya dan tulis di kolom komentar beserta alasan mengapa Rotiholic memilih jawaban tersebut.)

Menurut Rotiholic apakah

  1. Ratih langsung pulang kampung dan meninggalkan pekerjaannya yang susah payah ia dapat
  2. Ia tetap bertahan dengan pekerjaanya
  3. Ia meminta ijin untuk pulang kampung 2 hari dan menitipkan Raka
  4. Ratih pergi bersama Raka pulang kampung tanpa meminta ijin
  5. Ratih meminta ijin untuk pulang kampung selama seminggu dengan membawa Raka

 

2 Pemenang akan menadapatkan THR masing-masing 100K. Semoga beruntung ^^

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram